Kamis, 27 Juli 2017

BPKB Girisubo dan Tim KKN PPM UGM Suluh Tentang Seks Bebas dan Nikah Dini di Forum PIK-R

Forum PIK Remaja Girisubo pada Selasa (25/7) mendapat wawasan yang luas. Itu karena mereka diberi materi yang menarik tentang “Bahaya Seks Bebas dan Pernikahan Dini” oleh Tim Mahasiswa KKN PPM UGM Yogyakarta. Tim KKN bekerjasama dengan PKB Girisubo, sehingga acara dilangsungkan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Girisubo, sejak pukul 14.00 sd 16.00 WIB. Acara berlangsung meriah dan penuh canda tawa. Karena mahasiswa yang menjadi narsum menyampaikan materi dengan santai dan menggunakan bahasa kaum remaja.



Pertemuan dibuka oleh Camat Girisubo, Sukamta, SIP, yang dalam sambutannya mengapresiasi acara ini. “Materi ini penting dan mendukung apa yang menjadi wacana dan gerakan kita di kecamatan belakangan ini, yakni pendewasaan usia perkawinan. Apalagi beberapa waktu lalu kita juga sudah deklarasi pencegahan pernikahan dini. Semoga materi semacam ini makin mematangkan pengetahuan dan wawasan remaja Girisubo,” ujar Camat.

Pemateri pertama, Intan K Nisa, yang notabene mahasiswi sosiologi memberikan materi tentang pengertian dan seluk-beluk perilaku seks bebas di kalangan remaja. Diungkap dalam materinya faktor-faktor yang menyebabkan perilaku seks bebas, terutama dari aspek sosiologis. Intan menegaskan, bahwa kalau remaja ingin sukses belajar dan punya masa depan yang cerah, maka harus tekun sekolah dan hindari nikah dini. “Meski kalian anak desa, jangan takut sekolah hanya dengan alasan tidak ada biaya. Kalau kalian mau, banyak peluang beasiswa, asal kalian mau nyari. Dan, kalau kalian berprestasi, pasti banyak peluang sekolah tanpa biaya. Asal tahu saja, yang orang kaya saja punya peluang terima beasiswa, apalagi yang tidak mampu. Maka, jangan mau kalah,” kata Intan.

Intan juga mengaitkan perilaku seks bebas ini dengan pernikahan dini. Yang disebutkan terakhir tentu sebagai konsekuensi yang pertama. Ketika terjadi KTD (kehamilan tak diinginkan) akibat pernikahan dini, maka jalan keluarnya adalah menikah untuk menutupi malu, meski secara umur sejatinya belum memadai. Yang jadi masalah adalah, banyak problematika yang menghadang ketika seseorang pilih melakukan pernikahan dini. Pasang nikah dini secara umum belum siap secara mental, secara social psikolgis, dan terutama secara ekonomi untuk menjadi orangtua sekaligus pasangan yang terikat satu sama lain.

Nasrum kedua, Nurlaili C, mahasiswa keperawatan UGM, menyampaikan materi yang menarik, yakni tentang salah satu akibat fatal perilaku seks bebas, yaitu IMS dan HIVAIDS. Beberapa macam penyakit IMS dijelaskan oleh Nurlaili, seperti gonore, klamidia, vaginosis bacterial, dll. Secara khusus Laili, demikian panggilan akrabnya, membahas HIV/AIDS, yang merupakan penyakit mematikan jika tidak diantisipasi dengan baik. Dijelaskan bahwa ada masa-masa inkubasi, ketika masih tarafnya HIV, da nada masa-masa virus sudah masuk dan menggerogoti ketahanan tubuh, inilah fase AIDS.

Setelah materi selesai, dilanjutkan tanya jawab. Seorang peserta, Heru Rumiyanta, bertanya tentang ciri-ciri awal seseorang terkena HIV/AIDS. Laili menjawab, bahwa ketika virus masuk, pada awalnya belum tampak gejalanya. Setelah beberapa tahun, baru akan tampak, yakni dengan menurunnya daya tahan tubuh seseorang sehingga gampang sakit.
Ketua Tim KKN PPM UGM, Elisa Nirmalawati, mengatakan bahwa KKN kali ini berlangsung sejak 10 Juni dan akan ditarik pada 4 Agustus 2017 besok. Tema KKN PPM kali ini adalah “Infrastruktur Pembangunan Wilayah”, kata Elisa. “Adapun kegiatan sosialisasi bahaya seks bebas dan pernikahan dini kali ini adalah program bidang social humaniora medika. Tujuannya adalah untuk menyadarkan remaja tentang bahaya seks bebas dan nikah dini,” lanjut Elisa.

Pihak BPKB Girisubo sendiri menyambut positif kerjasama semacam ini, sehingga dengan senang hati menyediakan forum dan tempat bagi acara tersebut. “Selama ini kami juga sudah sering memberikan materi sejenis kepada adik-adik remaja PIKR. Jika yang menyampaikan materi adalah mahasiswa KKN, ada kesan dan nuansa yang lain, sehingga semoga lebih berkesan di benak remaja dalam menyerap materi,” ujar Hudoyo, SSos, Koordinator PKB Girisubo di kantor BPKB setempat.(*)

Sabrur Rohim (kontributor Girisubo)

1 komentar:

  1. Yang kau berikan, walau sedikit, kalau demi kebaikan, pasti manfaat. Semangat

    BalasHapus