Rabu, 09 Agustus 2017

Roadshow PUP Purwosari, "Remaja Harus Tampil Pede!"

      Program Roadshow PUP BPPM DIY terus berlanjut. Rabu (9/8) kemarin, program ini menyasar Kecamatan Purwosari Gunungkidul. Bertempat di Balai Desa Giritirto, Purwosari, acara berlangsung meriah. Ada 80-an remaja se Kecamatan Purwosari, baik dari unsur Karang Taruna, PIKR, maupun siswa-siswi sekolah. Selain itu hadir pula sekitar 25 orang peserta lain dari unsur Camat beserta Muspika, kepala dinas/OPD terkait tingkat kecamatan, kepala desa, kader KB Yandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dll. 



      Sebelum materi dimulai, acara dibuka dengan atraksi siswa-siswi SMP N Purwosari yang menyanyikan lagu ciptaan Iwan Fals, Kemesraan. Setelah itu, Talkshow pun dibuka, dengan materi dari drg Retno Nurmawati, MKes (BPPM), yang pada intinya mengajak remaja agar bisa gali potensi dirinya sendiri. "Cobalah jika ada kesempatan, jangan takut salah," tegas Retno.





      Dari bidang KB DP3AKBPMD Gunungkidul, Muh Amirudin, SSos, menyampaikan materi KRR, dan secara khusus menyoroti pentingnya 4T dalam perencanaan remaja untuk memasuki bahtera rumah tangga. "Remaja harus persiapkan diri ke jenjang pernikahan. Tapi harus diingat, bahwa usia ideal remaja menikah minimal adalah 21 tahun," papar Amirudin. Beliau juga menekankan agar remaja tampil PD alias percaya diri dalam mengukir prestasi serta tetap menjaga akhlakul karimah.
      Terakhir materi oleh Camat Purwosari, Drs Sabarisman, MSi, yang menyampaikan materi dengan tema, "Membangun Remaja Cerdas, Trampil, dan Ceria." Poin penting yang dipaparkan Camat adalah bahwa remaja itu masing-masing pastilah memiliki potensi atau talenta, dan itulah yang harus dikembangkan. "Hanya saja, untuk mengembangkannya, remaja harus maksimal memanfaatkan masa remajanya. Remaja sendiri berasal dari kata latin 'adolensence', yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Lebih luas lagi, itu mengandung arti kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Untuk mengembangkan itu semua, remaja harus ceria dan terbebas dari gangguan apa pun, termasuk gangguan untuk menikah dini," tegas Camat.








      Acara diakhiri dengan pembacaan petisi pendewasaan usia perkawinan (PUP) penyelenggara program KRR se Purwosari, yang dalam hal ini diwakili oleh Kades Giritirto, Sudarman, SIP. Sedangkan deklarasi anti nikah dini dibacakan oleh Edi S dari PIKR Cahyomudo, Giricahyo, dan Riska dari SMKN Purwosari. (*)

Drs Suroto, MM (kontibutor Purwosari)

1 komentar:

  1. Untuk membentuk generasi berkualitas di masa datang, PUP merupakan harga mati hrs terwujud.

    BalasHapus