Kamis, 08 Februari 2018

PENTING BANGET! Inilah Poin-poin Hasil Pertemuan Koordinator PKB Februari

      Pertemuan koordinator PKB se-Kabupaten Gunungkidul sukses dilaksanakan kemarin, Kamis (8/1) di BPKB Kecamatan Playen. Ini merupakan pertemuan koordinator PKB yang paling meriah, karena semua perwakilan kecamatan hadir. Selain itu, jajaran pejabat struktural dari DP3AKBPMD Gunungkidul juga hadir. 

      Acara dibuka dengan doa, dilanjut sambutan-sambutan dari Drs Edy Pranoto (koordinator PKB Playen) selaku tuan rumah, ketua paguyuban Drs Supriana, serta sambutan dari Camat Playen yang menyinggung soal Kampung KB dan updating data PK15. 

      Sambutan selanjutnya dari Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi. Sujoko menekankan pentingnya e-visum PKB sebagai keharusan bagi setiap penyuluh. Tak kalah penting adalah soal SKP PKB yang harus segera diselesaikan, karena menjadi ukuran rencana kerja PKB selama setahun ke depan. Dalam kaitannya dengan BOKB, Sujoko menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, meskipun alokasi dana BOKB meningkat, tetapi dalam beberapa item pengerjaannya oleh Dinas, sedangkan PKB hanya sebatas mengusulkan hal-hal yang perlu sesuai kebutuhan. Ini misalnya terkait dengan pemeliharaan gedung.

      Kedua, terkait dengan narasumber kegiatan, untuk tahun 2018 ini, PKB sudah tidak diperbolehkan menjadi narasumber. Sehingga, penting bagi setiap BPKB untuk mencari narasumber kegiatan di luar  PKB, misalnya dari kader Poktan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sebagainya, yang penting kualitasnya bagus.

      Ketiga, di tahun 2018 ini juga akan ada peningkatan kapasitas kader sebanyak 2 (dua) orang kader per desa. Tentang bentuk kegiatannya ini sedang digodok. 

      Keempat, soal alokasi dana atau honor untuk penjaga malam, akan diusahakan.

      Kelima, di tahun 2018 ini hendaknya kegiatan di Kampung KB agar ditingkatkan dan dintonjolkan, karena ini merupakan ikon BKKBN dalam mengampanyekan programnya kepada masyarakat. Harapannya, tegas Sujoko, Kampung KB menjadi program "kroyokan" lintas sektor, tidak hanya BKKBN saja yang berperan. Identitas Kampung KB bisa saja dibuat, misalnya dengan dibuatkan gapura di ujung kampung.


      Kabid Kepegawaian Bagdo Sumpeno, SE, dalam sambutannya menyatakan bahwa ada empat orang yang belum mengumpulkan DUPAK tahun 2017. Mereka 3 orang perempuan dan 1 laki-laki. Tentang SKP, Bagdo meminta agar segera diselesaikan dan dikumpulkan oleh koordinator masing-masing wilayah (zona). Bagdo juga meminta agar presensi manual jangan sampai terlambat saban bulannya. Tentang kenaikan pangkat per April besok, menurut Bagdo, belum lama ini sudah diajukan untuk 18 PKB.

      Hal terpenting yang disampaikan Bagdo adalah soal buku biru  PKB, dan meminta agar PKB mempelajari isi buku tersebut, karena sebagai acuan di dalam bekerja. Sebab, ternyata, kemarin ada beberapa masalah dan kasus yang diakibatkan ketidaktahuan PKB dengan isi buku biru tersebut.

      Dalam sambutan berikutnya, Dra Dwi Iswantini, Kabid KB, menyatakan siap bersama-sama dengan PKB memajukan program KKBPK, khususnya menyangkut penggerakan institusi, identifikasi IMP, dan Kampung KB.  

      Sambutan berikutnya dari Kasi KB Drs Mahmud Khumaidi, yang menyampaikan beberapa hal penting: Pertama, bahwa tahun 2018 ini akan ada 10 kegiatan baksos KB di 10 kecamatan, yang jadwalnya akan menyusul. Yang jelas, untuk bulan Maret di kiecamatan Purwosari. Yang membedakan dengan tahun sebelumnya, tandas Mahmud, nanti baksos tidak hanya mencakup IUD dan impan, tetapi  juga suntik. Hanya saja, untuk suntik diutamakan hanya bagi peserta baru. Selain itu, untuk baksos tahun ini, tidak ada kegiatan penjaringan. 

      Mahmud juga menyampaikan bahwa kegiatan MOW dan MOP sudah bisa dilaksanakan, jadi sila para PKB mendaftarkan para calon akseptornya. Lokasinya bisa di RS DKT atau RS Griya Mahardika. Anggaran pelayanannya adalah Rp. 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu rupiah). Diinformasikan oleh Mahmud juga bahwa klaim IUD dan implan maksimal adalah 2 (dua) bulan terakhir. Untuk pasang IUD, pasang implan, dan cabut implan, biayanya sam, yakni Rp. 120.000,- (seratus dua puluh ribu rupiah). 

      Perihal update data PK15, Mahmud meminta agar secepatnya diselesaikan, paling lambat 15 Februari datanya sudah di-upload.

      Terakhir, Sarindi menambah informasi yang disampaikan Mahmud Khumaidi, terkait MOW dan MOP, yakni bahwa pelayanan di RS DKT hanya bisa di hari Jumat, dan berat badan calon akseptor maksimal 60 kg.(*) [Hudoyo & Sabrur, Girisubo]






Tidak ada komentar:

Posting Komentar