Kamis, 15 Maret 2018

BPKB Patuk Gandeng BRI Garap Kampung KB Kayugerit



BPKB Kecamatan Patuk bekerja-sama dengan mitra kerja BRI Unit Patuk telah menyelenggarakan “Sosialisasi Pendampingan Kampung KB”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau dusun melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas.

Acara sosialisasi diselenggarakan di Dusun Kayugerit, Terbah, Patuk pada Selasa (30/1), jam 13.30 WIB  sampai selesai yang dihadiri oleh sejumlah 70 orang terdiri dari unsur pejabat lintas sektor setingkat kecamatan, pamong desa, mahasiswa KKN UAD Yogyakarta, serta masyarakat Dusun Kayugerit.

Dalam sambutannya, Eko Naryadi, SPdI, selaku  Kepala Desa Terbah menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Muspika dan PKB dalam acara sosialisasi pendampingan Kampung KB. Demikian pula terimakasih disampaikan kepada segenap warga Dusun Kayugerit yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara ini. Kepada Kepala Dusun dan warga masyarakat sehubungan dengan telah dicanangkannya Dusun Kayugerit sebagai percontohan Kampung KB Kecamatan Patuk, maka Kades berharap kegiatan ini  dapat menyerap informasi dan menindaklanjuti kegiatan Kampung KB secara bersama-sama baik dengan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat , BPD maupun lintas sektor yang ada di Kecamatan Patuk.     

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Pelayanan Desa Terbah menyatakan bahwa adanya Kampung KB di Desa Terbah yang terwakili oleh Dusun Kayugerit hendaknya seluruh warga dapat mensyukurinya, mengingat tidak semua pedukuhan dijadikan lokasi untuk kegiatan Kampung KB. Dukungan kegiatan yang ada di Kampung KB diharapkan bisa diusulkan melalui RAPBDes sehingga dengan tersedianya dukungan anggaran harapannya dapat menjadi dorongan untuk terlaksananya kegiatan.

Menurut  Drs  Tri Anggoro, selaku  Koordinator PKB Kecamatan Patuk, penunjukan lokasi Kampung KB dengan mempertimbangkan banyak faktor, di antaranya Dusun Kayugerit merupakawan wilayah perbatasan dengan Kecamatan Gedangsari, rata-rata tingkat kesertaan KB hanya berkisar 65 % dibawah dusun lain yang ada di Kecamatan Patuk. Selain itu, lanjut Tri,  kegiatan program peningkatan ketahanan keluarga (Bina Keluarga Sejahtera) baru ada Poktan BKB, kemudian tingkat pendidikan penduduk  yang masih relatif rendah dengan rata-rata pendidikan kepala keluarga setingkat tamatan SD dan SLTP. Di samping itu, dukungan infrastruktur jalan antar kampung relatif belum permanen.

Dengan adanya Kampung KB, harap Tri, semua warga masyarakat Dusun Kayugerit akan semakin meningkat kesejahteraannya, pengetahuan, pendidikan, derajat kesehatan dan bidang pembangunan lainnya.


Menurut Tri, dalam waktu dekat kegiatan Bina Keluarga Sejahtera (BKR dan BKL) dalam akan segera dibentuk bekerjasama dengan mahasiswa KKN dari UAD Yogyakarta. Di samping itu direncanakan akan diadakan Rumah Data (Perpustakaan Tingkat Dusun). Sementara untuk kelompok kegiatan yang sudah ada seperti BKB dan UPPKS akan terus diupayakan pembinaannya dalam waktu yang akan datang.

Giliran dari Pimpinan Unit BRI Patuk , Hartono, SE  menyampaikan bahwa dalam mendukung kegiatan Kampung KB, BRI Unit Patuk menawarkan bantuan modal dalam wujud Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dijelaskan bahwa pinjaman KUR diperuntukkan bagi warga secara individu utamanya untuk pengembangan ternak dengan maksud supaya warga masyarakat tumbuh kemandiriannya. Besar pinjaman dimulai dari 1 juta hingga 5 juta dengan bunga pinjaman hanya 3 % per bulan. Penawaran program KUR juga dimaksudkan untuk mengantisipasi warga masyarakat agar tidak terjebak pada bank plecit atau rentenir yang dirasakan sangat membebani masyarakat. Untuk persyaratan peminjaman relatif mudah, yaitu antara lain melampirkan KTP, KK dan foto kandang sapi/kambing, kemudian disampaikan kepada mantri BRI. Proses pencairan pinjaman bisa dilakukan di lokasi atau rumah peminjam atau diproses di BRI Unit Patuk.

Dalam sesi terakhir, warga masyarakat Kayugerit mengharapkan setelah dibentuknya Kampung KB agar segera ditindaklanjuti dengan kegiatan pendukungnya lainnya. Diharapkan juga pinjaman melalui KUR seyogyanya juga dapat dipinjamkan melalui kelompok kegiatan yang sudah ada di dusun,  dan tidak hanya diperuntukkan untuk  pengembangan ternak, tetapi juga dapat untuk mendukung kegiatan industri rumah  tangga, seperti  untuk olahan makanan ringan. (*) [Tri Anggoro, Patuk]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar