Minggu, 25 Maret 2018

Penuhi Nazar, Dukuh Gunungsari, Bejoharjo, Karamgmojo Jalani Operasi MOP

 Bertempat di Kampung KB Padukuhan Bulu, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo pada Kamis (21/3) dilaksanakan acara “Sosialisasi KB Pria”. Tujuan dipilihnya Padukuhan Bulu adalah antara lain untuk meningkatkan kesertaan KB Pria di Padukuhan Bulu khususnya dan  Desa Bejiharjo pada umumnya. Dalam sambutannya, Dukuh Padukuhan Bulu, Bejiharjo, Agung, menyampaikan harapan dengan adanya Sosialisasi KB Pria ini akan menambah pengetahuan warga Padukuhan Bulu, yaitu  para bapak tentang metode KB Pria, yaitu kondom dan MOP, khususnya untuk mengubah pandangan sebagian kecil warga  yang menganggap  MOP sama dengan kebiri. Meskipun Dukuh  bisa menjelaskan tentang hal tersebut, tetapi akan lebih mantap kalau yang menjelaskan adalah yang telah melakukan MOP sendiri.

      Dalam kegiatan tersebut Penyuluh KB Karangmojo menyampaikan materi tentang kondom dan MOP . Untuk lebih meyakinkan warga,   PKB Karangmojo juga  menghadirkan  narasumber Mujiyono, Dukuh Gunungsari, Bejiharjo, yang baru saja menjadi Peserta MOP untuk memberikan kesaksiannya. Sebelum menjelaskan tentang KB MOP, Mujiyono lebih dahulu menjelaskan kronologi mengapa sampai menjadi peserta MOP.  Sebelumnya Mujiyono yang  telah mempunyai dua orang putri, telah mendapat penjelasan dari PKB Bejiharjo, Budi Waspodo, mengenai MOP. Meskipun istri beliau sudah merasa cukup dengan 2 anak perempuan, tetapi Mujiyono masih ingin seorang anak lelaki, sampai beliau berujar jika dikaruniai seorang putra akan menjadi peserta KB MOP, biar beliau yang ber-KB, bukan istri beliau. Dan akhirnya pada Nopember 2017, beliau diberi karunia seorang putra. Dan untuk memenuhi nazarnya , dengan diantar PKB Budi Waspodo dan petugas dari Dinas DP3AKBPMD menuju ke RST DKT Yogyakarta, beliau akhirnya menjadi peserta KB MOP.

      
      Menurut beliau ternyata pada pelaksanaan operasi/tindakan MOP tidak seseram yang dibayangkan. Meskipun namanya medis operatif, ternyata masih lebih menyakitkan kalau dikhitan. Pada MOP hanya dengan luka sayatan kecil, dan dalam waktu yang tidak lama tindakan MOP sudah selesai dilaksanakan . Habis operasi kita bisa melakukan hal-hal yang biasa, asal tidak terlalu berat. Dua hari luka sudah kering dan tidak ada efek samping . Setelah menjadi peserta MOP, beliau merasa fisiknya lebih segar, untuk berhubungan dengan istri beliau tidak ada masalah. Sebelum menutup penjelasannya, Mujiyono berpesan bahwa untuk menjadi peserta MOP harus tanpa ada paksaan, dengan  persetujuan istri, jumlah anak cukup dan juga niat harus mantap.(*) [yudi & dinarsih, karangmojo]      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar