Senin, 19 Maret 2018

Pesan Bupati Gunungkidul di HUT ke-17 Girisubo: "Mari Kenalkan Potensi Wisata dan Perikanan Kita!"

  
 Senin (19/3) ini, Kecamatan Girisubo genap berusia 17 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk menandai peringatan ini, Kecamatan Girisubo melaksanakan upacara peringatan di halaman kecamatan. Sebuah peristiwa yang istimewa dan kebanggaan tersendiri, karena kantor Kecamatan Girisubo kini dengan wajah baru setelah renovasi yang selesai akhir tahun kemarin. Tempat upacara, persis di depan aula, berlapis konblok.

Sebelum upacara berlangsung, para peserta yang terdiri atas perwakilan bregada dari 8 (delapan) desa se-Girisubo melakukan kirab dengan jalan kaki dari lapangan Desa Tileng yang berjarak kurang lebih 1 km dari kantor kecamatan. Setiap perwakilan desa berjumlah rata-rata 50 orang, laki-laki dan perempuan, dengan berpakaian adat Jawa atau memakai kostum kesenian (kelompok jathil, hadrah, dll). Acara kirab dimulai jam 09.00 WIB, dan setengah jam kemudian semua bregada sudah sampai di halaman kecamatan dan menempati posisinya masing-masing yang disediakan khusus. Sehingga, upacara pun segera dimulai.

Hadir juga sebagai peserta upacara pagi itu, Camat dan jajaran Muspika Girisubo, kepala desa se-Girisubo, beserta para istri. Semua kantor dinas/OPD, lembaga pendidikan, perbankan, perangkat desa, kadus, dll di seluruh Kecamatan Girisubo juga hadir. Sebagai pemimpin upacara adalah Sugito, SE, kasi PMD Girisubo. Sedangkan sebagai pembina upacara adalah drh Krisna Berlian, staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan, mewakili Bupati Gunungkidul yang berhalangan hadir. 

Dalam laporan penyelenggaraannya, Camat Girisubo, Sukamto, SIP, menyatakan bahwa untuk peringatan hari jadi ke-17 ini, tema yang diambil adalah: "Memajukan Girisubo Melalui Potensi Wisata yang Berbudaya untuk Kesejahteraan." Sukamto menyampaikan terimakasih kepada semua peserta upacara yang hadir, yang terdiri dari berbagai unsur dari tingkat kecamatan hingga desa dan dusun. Sukamto juga sangat berterimakasih kepada Bupati yang hadir dalam puncak peringatan hari ini, yang diwakili oleh drh Krisna Berlian. "Semoga Bupati, atau yang mewakili, bisa langsung melihat sendiri kemajuan yang telah dicapai oleh warga Girisubo sampai 17 tahun ini," ujar Camat. 

Dilaporkan oleh Camat juga, bahwa dalam rangka peringatan HUT Girisubo ke-17 ini telah dan akan digelar serangkaian acara, di antara pada Jumat (16/3) kemarin telah diadakan senam massal dan jalan sehat yang diikuti oleh warga delapan desa se-Girisubo, memperebutkan aneka hadiah dan doorprize menarik. Minggu (18/3) malam diadakan kenduri dan pengajian akbar di aula dan halaman Kecamatan Girisubo. Pengajian diisi oleh dai dari Polres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fauzi Mulyono, dengan mengambil tema: "Luhur ing Pambudi, Ngupadi Ridhaning Ilahi."

Setelah upacara ini, lanjut Sukamto, akan diadakan lomba jathil dengan peserta dari 8 desa se-Girisubo dan jurinya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul. Selain lomba kesenian jathil, juga akan diadakan bazar ekonomi produktif yang diikuti oleh kelompok usaha kecil dari masing-maing desa, yang selama ini dibina oleh OPD/dinas terkait di Kecamatan Girisubo. Para peserta bazar akan menampilkan hasil-hasil olahan dari bahan tradisional, ikan laut, dan sebagainya. 


Seusai laporan Camat, disusul sambutan Bupati Gunungkidul yang diwakili oleh drh Krisna Berlian, staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan. Pertama-tama, Krisna memohonkan pamit Bupati yang tidak bisa hadir langsung di upacara ini karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, yakni memberikan tanggapan kepada anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul. Krisna menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Muspika Girisubo, perwakilan dinas/OPD, aparat desa dan dusun, juga warga semua yang sedemikian antusias berpartisipasi dalam kegiatan untuk memperingati HUT Girisubo ke-17. "Angka 17 merupakan angka yang istimewa, karena jika dianalogikan dengan usia manusia, adalah menandakan kematangan dan kedewasaan. Jika diibaratkan seorang gadis, maka usia 17 sudah memiliki daya tarik dari lawan jenis," ujar Krisna. 

Dalam sambutan berbahasa Jawa yang dibacakan Krisna, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah pertama-tama ikut berbahagia atas hari jadi Girisubo yang ke-17, dan mengajak warga untuk bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Mahakuasa atas nikmat hari jadi ini. Syukur itu, ujar Bupati, diwujudkan dengan berpartisipasi aktif dalam aneka macam kegiatan sosial-budaya untuk memeriahkan suasana HUT Girisubo secara bersama-sama, hal mana itu merupakan ekspresi sikap guyub-rukun dan gotong-royong antar warga.

Sikap guyub rukun dan gotong-royong itu, lanjut Bupati, sejalan dengan tema yang diambil dalam peringatan HUT-17 Girisubo tahun ini: "Memajukan Girisubo Melalui Potensi Wisata yang Berbudaya untuk Kesejahteraan.

Bupati mengatakan bahwa banyak potensi di Girisubo, dan itu bisa menjadi sarana untuk menggapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, apalagi didukung oleh karakter budaya masyarakat yang selalu mengedepankan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. 

Di Girisubo, ujar Bupati, ada potensi wisata dan perikanan yang membanggakan. Di wilayah Jepitu dan Balong banyak pantai yang indah dan menakjubkan, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung. Sementara itu, di Sadeng, hasil tangkapan ikannya juga melimpah. Potensi ini bisa diolah, ditata, diberdayakan, dikenalkan ke masyarakat luas, sehingga akan menarik banyak turis dan wisatawan, penggemar kuliner, dan pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian warga Girisubo khususnya, dan Gunungkidul pada umumnya.

Bupati menegaskan, bahwa mewujudkan masyarakat Girisubo yang maju, tentram, dan sejahtera, bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dan perhatian dari masyarakat dan perangkat desa semuanya, untuk menyatukan tujuan dan kekuatannya. Harapannya, semua potensi yang ada, baik di bidang pariwisata ataupun perikanan, bisa diberdayakan, ditampilkan, dan dikenalkan, sehingga kita semua akan menikmati buahnya nanti. Dengan begitu, pada akhirnya masyarakat Girisubo akan memiliki daya saing yang kuat, lebih maju, mandiri, dalam suasana tentram dan sejahtera.

Di akhir sambutannya, Bupati mengucapkan selamat ulang tahun Girisubo ke-17, selamat berkarya dan berbudi daya, semoga segala keinginan kita dikabulkan oleh Allah, dan semoga Allah Yang Mahakuasa selalu menuntun kita dalam menjalani kehidupan.

Prosesi upacara HUT Girisubo ke-17 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh petugas KUA Girisubo, Sutamta, SPdi. Pemimpin upacara pun membubarkan barisan. Pembina upacara, drh Krisna Berlian, meninggalkan tempat upacara dan diikuti oleh Camat beserta jajaran Muspika Girisubo melakukan inspeksi ke para pedagang di arena bazar.(*) [Sabrur Girisubo]      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar