Rabu, 28 Maret 2018

PKB Ajak Kader Kampanyekan Pendewasaan Usia Perkawinan

Karena tanggal 25 Maret 2018 bertepatan dengan hari Ahad, maka pertemuan rutian atau Rakor Kader KB dan Kesehatan Desa Bleberan dilaksanakan pada Senin (26/3). Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB dan untuk bulan ini mengambil tempat di Balai Padukuhan Bleberan.

Dengan duduk lesehan di atas tikar, para kader antusias mengikuti rakor. Mereka terlihat begitu semarak karena yang hadir lebih dari 100 orang yang terdiri atas kader KB dan Kesehatan se-Desa Bleberan. Apalagi kegiatan ini didukung dengan konsumsi minum snack yang dibiayai oleh Pemerintah Desa Bleberan dan dikelola oleh kader tingkat dusun secara bergilir.

Kekompakan kader desa Bleberan semakin tampak setelah acara dibuka dengan berdoa, seluruh peserta rakor berdiri untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana dipandu oleh petugas. Acara selanjutnya adalah sambutan perwakilan kader yang disampaikan oleh Sekretaris Forum IMP tingkat desa, Surati. Dalam sambutannya Surati menyampaikan bahwa dana operasional kader triwulan I akan dicairkan pada minggu I bulan April 2018.

Kesempatan berikutnya diberikan kepada Slamet, Penyuluh KB Kecamatan Playen wilayah desa Bleberan. Sebelum menyampaikan materinya, Slamet mengharapkan agar kegiatan-kegiatan kader selain terdokumentasi secara tertulis dalam bentuk notuleh, daftar hadir, dan buku tamu juga diambil gambarnya. Suatu saat dokumentasi dalam bentuk foto akan diperlukan misalnya untuk pembuatan laporan kegiatan. Ada beberapa point yang disampaikan oleh Penyuluh KB Kecamatan Playen.

Pertama, mengingatkan bahwa pada awal tahun 2018 telah dibagikan blangko R/I/PUS kepada seluruh ketua kelompok KB di 85 RT. Blangko tersebut untuk mendata PUS di wilayah RT masing-masing. Pengisian data PUS sudah rutin dilakukan pada awal tahun dan setiap bulan dicatat perkembangannya. R/I/PUS merupakan administrasi/pegangan wajib bagi kader KB di tingkat RT sehingga harus diisi dan disimpan dengan baik. Untuk mengetahui jumlah PUS dan kesertaan ber-KB, Penyuluh KB membagikan blangko rekap data PUS tingkat RT, padukuhan, dan desa. Rekap tersebut agar dikumpulkan pada pertemuan bulan depan.

Kedua, pada bulan ini DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan PPM / target pencapaian peserta KB baru dan peserta KB aktif untuk masing-masing kecamatan yang kemudian di Kecamatan Playen dibreakdown ke tingkat desa. Untuk desa Bleberan target peserta baru tahun 2018 sebanyak 78 akseptor, terdiri atas IUD 25 akseptor, MOW 1 akseptor, implant 17 akseptor, suntik 27 akseptor, pil 5 akseptor, dan kondom 3 akseptor. Target tersebut nanti akan dibagi per dusun, namun apabila dirata-rata perdusun harus ada 7 peserta KB baru.

Ketiga, pencapaian peserta KB baru Desa Bleberan selama 2 bulan adalah implan 4 akseptor dan suntik 3 akseptor. Pencapaian tersebut masih rendah apabila dibandingkan dengan target tadi. Oleh karena itu, selagi masih berjalan 3 bulan, maka perlu meningkatkan KIE dan penyuluhan di tingkat pedukuhan melalui PKK, posyandu dan dasawisma. Harapannya pencapaian peserta KB baru pada bulan-bulan yang akan datang akan meningkatkan sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai.

Keempat, pada bulan Maret 2018 di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Playen telah dilaksanakan 2 kali penyuluhan yaitu Penyuluhan KB MKJP dan Penyuluhan KB Pria dengan mengundang kader KB masing-masing desa. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peserta KB MKJP dan meningkatkan peserta KB pria. Pada bagian akhir, Penyuluh KB Kecamatan Playen menyampaikan pesan untuk para kader agar selalu memperhatikan keluarga dan masyarakat sekitarnya agar dapat mewujudkan pendewasaan usia perkawinan (PUP). Usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Sejak dideklarasikan pada bulan April tahun lalu, PUP sering menjadi pembahasan pada forum-forum di tingkat Kecamatan Playen. Oleh karena itu di wilayah kita jangan terjadi pernikahan dini, karena kalau sampai terjadi dapat menimbulkan citra yang kurang baik.

Setelah sesi untuk Penyuluh KB, acara dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi, antara lain tentang pelaksanaan survei mawas diri dan pendataan kelompok rentan. Kegiatan rakor kader diakhiri dengan pengundian arisan.(*) [slamet, kontributor playen]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar