Rabu, 14 Maret 2018

Promkes Puskesmas Playen: “Kader KB Harus Punya Kartu Kendali PUS”

Hari Rabu (14/3) ini digelar pertemuan Rapat Koordinasi Program KB Nasional Tingkat Desa yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Balai Desa Ngunut, Playen. Acara dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa, didukung oleh Kepala desa, Tim Puskesmas Playen I, PKB setempat serta ibu-ibu PKK, dan kader KB Kesehatan berjumlah 35 orang. Acara dilaksanakan dengan cukup meriah.


Sebagai pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 9 diawal bulan, acara didahului dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Forum IMP desa dilanjutkan dengan menyanikan Mars PKK, Mars Gunungkidul Handayani, dan Mars KB, yang dipandu oleh Sumiyem, Sub PPKBD Ngunut Tengah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan dan pengesahan notulen pertemuan Rakor Program KB bulan yang lalu yang dibacakan oleh kader Ngunut Lor.
Dalam sambutannya, Kholik, selaku Pemegang Program Kesehatan Masyarakat menyatakan perlunya kader memiliki blangko kendali PUS dan kesertaan dalam ber-KB yang harus dipantau setiap bulannya. Ditambahkan pula, bahwa kader perlu untuk meningkatkan peran Meja Ke-4 dalam Posyandu sebagai sarana untuk penyampaian pesan-pesan kesehatan pada masyarakat. Untuk mempermudah pelaksanaan penyuluhan, kader bisa berpegang pada buku pink keluaran Dinkes Gunungkidul sebagai media penyuluhan.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Penyuluh KB Desa Ngunut yang disampaikan oleh Drs Edy Pranoto. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan ihwal tugas pokok dan fungsi dari Pengurus Forum IMP yang sudah dibentuk pada tanggal 13 Februari 2018. PPKBD sebagai ketua Forum IMP perlu melaksanakan Enam Peran Bhakti IMP yang selama ini belum optimal kegiatannya.

Edy menyampaikan pula data jumlah orang yang mengami gangguan jiwa di Ngunut pada tahun 2016 ada 14 laki-laki dan 4 wanita, sedangkan untuk tahun 2017 ada 18 laki-laki dan wanita mencapai 8 orang. Data ini cukup besar dan Desa Ngunut menempati ranking kedua setelah Desa Gading. Kondisi orang dengan gangguan jiwa ini berkaitan dengan angka bunuh diri. Sebagai contoh, di tahun 2017 angka bunuh diri di Gunungkidul ada 29 kasus dengan 16 kasus dikarenakan sebelumnya mengalami gangguan jiwa (depresi).

Dalam kesempatan ini PKB setempat menyampaikan faktor-faktor yang menjadi penyebab risiko orang terkena gangguan jiwa. Itu setidaknya bisa digolongkan menjadi tiga faktor utama, yaitu faktor keturunan (biologis), faktor psikologis, dan sosial. Dipaparkan pula gejala yang tampak bagi yang mengalami gangguan jiwa. Di akhir penyuluhan beliau menyampaikan peran keluarga untuk menjaga dan memulihkan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Ditandaskan secara mendalam perlunya keluarga yang peduli serta ikhlas dengan kesabaran tinggi serta kesediaan berkorban baik harta, kesempatan, bahkan harga diri/perasaan demi pemulihan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Pada kesempatan terakhir Edy Pranoto menyampaikan target peserta KB Baru di desa Ngunut berjumlah 68 PUS dengan rincian IUD sejumlah 15, MOW = 1, Implan = 14, suntik = 22 , pil = 7 dan Kondom = 9.

Selesai materi, Koordinator PPKBD mendistribusikan alat kontrasepsi ulang Pil 15 vial  dan kondom 8 pak untuk peserta KB ulang  bulan Maret 2018.

Sebagai pengikat pertemuan rutin yang merupakan wahana Rakor KB Nasional tingka desa ini, maka pertemuan diakhiri dengan kopyokan arisan yang diikuti oleh semua kader. Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama agar mendapatkan ridlho Allah SWT. (Edy Pranoto, Playen).

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar