Senin, 09 April 2018

Kepala DP3AKBPMD: "Partisipasi Warga Adalah Modal Dasar Pembangunan!"


Senin (26/3) Desa Karangawen melaksanakan hajatan akbar, yakni menyambut Tim Evaluasi Perkembangan Desa, atau yang lazim disebut lomba desa. Kali ini merupakan putaran ke-7 dari 18 putaran yang direncanakan, sesuai jumlah kecamatan di Gunungkidul. Karangawen tahun ini diamanahi untuk mewakili Kecamatan Girisubo dalam ajang lomba desa tahun 2018. Dusun sampelnya adalah Dusun Ngaglik dan Dusun Pokak.

Tim evaluasi yang dipimpin oleh Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko,SSos, MSi dan diikuti oleh unsur dinas/OPD terkait tiba di Ngaglik sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut oleh seni tek-tek yang diperagakan oleh grup siskamling Dusun Ngaglik. Kepala Dinas turun dari mobil disambut oleh Camat dan jajaran Muspika, lalu secara meresmikan pos ronda Dusun Ngaglik. Sebagai tanda diresmikannya pos ronda, Sujoko menabuh kentongan beberapa kali yang disambut tepuk tangan warga.

Tim evaluasi kemudian berjalan kali bersama-sama menuju Balai Dusun Ngaglik, disambut oleh warga yang berjejer di pinggir dan sepanjang jalan. Sesampai di balai dusun, tim disambut dengan gegap gempita oleh atraksi apik dari grup jathil (kuda lumping) "Gandrung Arum" yang nota bene merupakan kelompok kesenian warga Dusun Tlasih, Karangawen, yang beberapa hari sebelumnya menjuarai lomba potensi seni se-Kecamatan Girisubo.

Tidak lama kemudian, acara seremonial penyambutan pun digelar. Dukuh Ngaglik, Sulatno, memaparkan profil dusun secara ringkas. Acara kemudian adalah pemeriksaan perkembangan dusun dari seluruh aspek pembangunannya, terutama bidang kesehatan, kesejahteraan, ketahanan pangan, ketahanan keluarga. Tim evaluasi juga menginspeksi rumah sehat yang menjadi sampel di Dusun Ngaglik. Sementara tim mengevaluasi perkembangan pembangunan dusun, Kadin beserta jajaran Muspika menikmati atraksi jathil "Gandrung Arum".


Setelah acara pemeriksaan perkembangan dusun selesai, seremoni dilanjutkan dengan sambutan Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul. Sujoko pada intinya sangat mengapresiasi antusiasme dan semangat warga Dusun Ngaglik dalam menyokong acara ini sehingga bisa berjalan meriah. Kadin sangat bangga karena berdasarkan laporan atau paparan dari Dukuh Ngaglik tadi, PBB warga Ngaglik sudah lunas semua. Terakhir, Sujoko berharap agar kegotongroyongan warga dalam memajukan pembangunan terus dipelihara.

Seusai penilaian di dusun sampel, tim evaluasi pun melanjutkan perjalanan ke dusun sampel lainnya, Pokak, dan kemudian ke Balai Desa Karangawen untuk evaluasi perkembangan di tingkat desa.

Sesampai di balai desa, tim disambut kesenian tradisional jathil dan gending karawitan. Kepala DP3AKBPMD selaku pimpinan rombongan disambut dengan kalung bunga oleh dua remaja berdandan sinoman.

Begitu seluruh anggota tim sampai di balai desa, mereka langsung melaksanakan evaluasi dan penilaian ke semua bidang yang tercakup ranah perkembangan desa di Karangawen, baik menyangkut data-data atau dokumen buku ataupun data dinding. Cukup lama waktu yang digunakan oleh tim untuk evaluasi ini. Namun akhirnya, pas waktu zuhur semua proses sudah selesai. Seusai salat zuhur dan makan siang, acara seremoni pun digelar.


Setelah pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Gunungkidul Handayani, & Mars KB, dan laporan panitia, tampillah Kades Karangawen, Roji Suyanta, melakukan presentasi. Megawali paparannya, Kades Karangawen memberikan judul, Mutiara 2018, di tampilan layarnya.

Yang dimaksud dengan kalimat tersebut, ujar Roji, adalah harapan warga Desa Karangawen dengan dibukanya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tahun 2018 merupakan titik awal untuk mengembangkan segala potensi yang ada sercara optimal untuk pembangunan. Dibangunnya JJLS dengan segala akses yang bisa didapatkannya, kata Roji, merupakan pintu pembuka bagi proses pembangunan Desa Karangawen yang maju, makmur, dan sejahtera. Karangawen sekarang bukan sebuah desa seperti yang dulu, yang hanya cedhak watu adoh ratu saja, melainkan kini telah berubah menjadi sebuah kota kecil yang berbudaya.

Roji melanjutkan, bahwa Desa Karangawen yang mempunyai luas 625.257 H, terdiri dari 8 dusun dan 17 RT, serta mempunai letak yang strategis, kareta akan dilalui JJLS, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar dalam proses pembangunan. Kepedulian dan kesadaran warga yang begitu besar dalam proses pembangunan ditunjukkan dalam capaian pembangunan selama ini, seperti lunasnya pajak bumi dan bangunan (PBB), tidak ditemukannya gizi buruk, serta tidak adanya warga yang menyandang buta huruf. Di samping itu, Desa Karangawen mempunyai program-program unggulan di bidang pertanian, peternakan serta seni budaya.

Keterbukaan dalam penyelenggaraan keuangan desa, tegas Roji, akan memperkuat tekad dan semangat warga Desa Karangawen untuk terus membangun menuju masyarakat desa karangawen yang maju , makmur sejahtera dan berbudaya.

Mengakhiri paparannya, Kades Karangawen menyatakan bahwa perlomban desa bukanlah tujuan akhir, melainkan justru sebagai cambuk pemicu yang dapat meyemangati proses pembagunan selanjutnya.

Seusai paparan oleh Kades, acara dilanjutkan deklarasi anti hoaks yang diprakarsai oleh Polsek Girisubo dan diikrarkan oleh semua hadirin.

Dalam sambutan pesan dan kesannya, Kepala DP3AKBPMD sebagai ketua tim evaluasi, Sujoko, SSos, MSi, pertama-tama menyampaikan ucapa terimakasih kepada jajaran Pemerintah Desa dan seluruh warga Desa Karangawen yang telah berpartisipaesasi dalam perlombaan desa yang hingga kini telah memasuki putaran yang ke-7. Sujoko memberikan apresiasi terhadap besarnya partisipasi warga desa Kerangawen dalam upaya pelaksanaan pembangunan, yang diwujudkan dalam kekompakan warga dalam pembangunan fisik jalan, pagar, penerangan jalan. Tidak kalah pentinnya dalam hal non fisik, warga desa juga mempunyai kesadaran yang tinggi dalam melestarikan nilai gotong-royong, toleransi sesama warga serta kesadaran dalam hidup bermasarakat dan bernegara, yang dibuktikan dengan telah lunasnya kewajiban membayar PBB.

Menurut Sujoko, besarnya partisipasi masyarakat ini merupakan modal dasar dalam proses pembangunan, untuk menuju masyarakat Desa Karangawen yang lebih maju dan sejahtera.

Terakhir Sujoko memberikan kesan bahwa sejauh ini pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Desa Karangawen adalah paparan yang paling tegas, dengan tidak adanya rekayasa dalam membangun partisipasi warga, transparansi dalam pengelolaan anggaran desa, yang dibuktikan dengan dipaparkannya rencana kegiatan dan alokasi anggaran yang dipampang di setiap sudut Desa Karangawen. Secara khusus, Sujoko mengapresiasi heroiknya warga desa dalam deklarasi anti hoaks yang baru saja dilaksanakan.

Terakhir adalah sambutan pelepasan oleh Camat Girisubo, Sukamto, SIP. Dalam memberikan ucapan pelepasan, Camat Girisubo menyampaikan ungkapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta sehingga perlombaan desa di Desa Karangawen bisa berjalan dengan baik dan lancar. Camat Girisubo menggarisbawahi, kiranya partisipasi warga Karangawen yang begitu besar hendaknya tetap dapatu dipertahankan di masa- masa yang akan datang, karena it merupakan modal pembangunan yang tak ternilai harganya.

Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negri dan lantunan doa yang dipimpin oleh petugas dari KUA Girisubo, Sutamta, SPdI.(*) [hudoyo & sabrur, girisubo]

1 komentar: