Selasa, 08 Mei 2018

Hasil Radalgram KKBPK Provinsi DIY: Capaian PB Gunungkidul dan Kulonprogo Terrendah


Senin (30/4), bertempat di Ruang Kencana Perwakilan BKKBN DIY,  diadakan Rapat Pengendalian Progran dan Anggaran program KKBPK tingkat Provinsi DIY.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY, yaitu Dra Ellya Nunuk Irihastuti.  Rapat ini menghadirkan peserta dari tiap kabupaten/kota sejumlah 5 orang yaitu Kepala Dinas,  Kabid Dalduk dan KB,  1 orang pengelola anggaran, serta 2 orang PKB.



Pada kesempatan tersebut Sekretaris memohonkan izin bapak Kepala Perwakilan BKKBN DIY yang tidak dapat menghadiri acara Radalgran dikarenakan sedang membuka acara pelatihan di Latbang BKKBN DIY.

Selanjutnya ada 3 paparan yang disampaikan oleh Dra  Ellya Nunuk Irihastuti, yang akrab disapa Bu Nunuk, ini dengan didampingi oleh Kabid Adpin Dra  Ita Suryani.

Paparan yang pertama tentang pencapaian peserta KB aktif dan peserta KB baru per kabupaten/kota sampai dengan bulan Maret 2018 berdasarkan mix kontrasepsi.

Disampaikan oleh Ita paparan tentang pencapaian KB aktif prosentase terhadap KKP untuk provinsi DIY adalah 103,36%, dengan perincian per mix kontrasepsi adalah:  IUD 92,56% ( tertinggi Kota Yogyakarta,  terrendah Bantul),  MOW 140,17% (tertinggi Yogyakarta,  terrendah Sleman),  MOP 185,52% (tertinggi Yogyakarta,  terrendah Kab Sleman),  implan 71,82% (tertinggi Yogyakarta,  terrendah Kulonprogo),  suntik 175,19% (tertinggi kota yogyakarta, terrendah Gunungkidul),  pil 112,55% (tertinggi Yogyakarta,  terrendah Kulonprogo), dan yang terakhir kondom 38,17% (tertinggi Sleman, terrendah Gunungkidul).

Untuk pencapaian peserta KB baru prosentase terhadap KKP provinsi DIY adalah 16,87% dengan perincian per mix kontrasepsi yaitu: IUD21,50% (tertinggi Kota Yogyakarta, terrendah Kabupaten Gunungkidul),  MOW 27,16% (tertinggi Kota Yogyakarta,  terrendah Sleman),  MOP 43,21% (tertinggi Bantul,  terrendah Kab Gunungkidul),  implan 11,08% (tertinggi Gunungkidul,  terrendah Kab Kulonprogo),  suntik 20, 78% (tertinggi Sleman,  terrendah Kab Gunungkidul),  pil 9,92% (tertinggi Kulonprogo,  terrendah Kota Yogyakarta),  kondom 4,69% (tertinggi Kabupaten Gunungkidul,  terrendah Kab Sleman).

Untuk total Pencapaian PB berdasarkan KKP kabupaten/kota yang masih dibawah prosentase provinsi adalah Kabupaten Gunungkidul yaitu 14,26% dan Kab Kulonprogo 14,39%, sehingga diharapkan untuk bulan berikutnya dapat meningkatkan cakupan PB lebih baik lagi.

Paparan yang kedua disampaikan oleh Bu Nunuk, tentang Evaluasi Realisasi Anggaran TA 2018, data sampai dengan 26 April 2018. Untuk kondisi anggaran TA  2018, DIPA sebesar Rp 86.933.790.000. Realisasi Rp 14.232.720.675 (16,37%), perkiraan realisasi ideal harusnya 33%.

Sementara untuk TUP (tambahan uang persediaan) yang terlaksana adalah 72,1% dari anggaran TUP yang diajukan sehingga ada beberapa sisa TUP yang harus dikembalikan.

Dilanjutkan paparan yang terakhir yaitu tentang perkiraan kemampuan persediaan alkon, data per 31 Maret 2018. Stok alkon di gudang BKKBN masih mencukupi untuk pil, kondom, dan suntik. Impan juga amsih cukup banyak. Sementara untuk stok IUD sangat minim sekali dengan ratio hanya 0,8 bulan dibandingkan pengeluaran 3 bulan terakhir. Untuk pil 44,7 bulan,  kondom 14,4 bulan,  suntik 54,7 bulan dan implan 27,2 bulan. Menurut Bu Nunuk, diperlukan antisipasi kekosongan IUD mengingat minimnya ketersediaan IUD di gudang provinsi dan kabupaten/kota serta pengadaan IUD yang masih belum terlaksana sampai saat ini.  Proses pengadaan juga membutuhkan waktu tunggu (lead time)  kurang lebih 3 bulan.(*) [Dwiarti Novitasari, Wonosari]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar