Senin, 28 Mei 2018

Kabid KB: "Di Kampung KB Partisipasi Kaum Pria Bisa Digalakkan"

Kamis (24/5) berlangsung acara forum musyawarah Kampung KB di Balai Desa Tileng, Girisubo. Pesertanya sebanyak 30 orang yang terdiri dari banyak unsur baik di tingkat desa ataupun terutama dusun yang menjadi rintisan Kampung KB, yakni dalam hal ini Dusun Nanas, Tileng. Mereka adalah kader KB-Kesehatan Dusun Nanas plus Ngasem, aparat dusun, ketua RT, anggota Tribina, PUS, aparat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta jajaran PKB Girisubo.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah Woro Sastini (Bu Kades), mewakili Kades Tileng, Drs Supriyadi, yang berhalangan hadir, serta Kabid KB DP3AKBPM&D Gunungkidul, Dra Dwi Iswantini. Acara dibuka oleh Kasipel Tileng, Mesran, yang pertama-tama sangat mengapresiasi kepada para peserta yang telah berkenan hadir, dan berharap kiranya kegiatan ini bisa menambah wawasan untuk selanjutnya diimplementasikan di dalam hidup bermasyarakat.

Dalam paparannya, narsum pertama Woro Sastini mengajak para warga masyarakat di Kampung KB untuk kreatif dan inovatif di dalam meningkatkan kualitas diri, dengan harapan ke depan kemampuannya untuk berkembang makin maju. Sehingga, pada gilirannya nanti kesejahteraan baik secara lahir atau batin bisa diraih oleh semua warga. Sebab, tujuan dibentuknya Kampung KB tidak lain adalah terwujudnya kesejahteraan warga di kampung, yang diindikasikan oleh antara lain: tingginya kesehatan ibu dan anak, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, infrastruktur, budaya gotong-royong, dan seterusnya. Ini semua memerlukan keterlibatan semua warga di Kampung KB, yakni Nanas dan Ngasem dalam hal ini, dengan pertama-tama mengubah cara pandang. Cara pandang atau mind-set yang dimaksud adalah keinginan kuat untuk berubah dan memberdayakan diri demi kemajuan.

Woro juga memersoalkan tentang minimnya partisipasi kaum pria dalam ber-KB. Beliau berharap, tokoh dan warga di Nanas ataupun Ngasem dapat berinisiatif untuk mempelopori kesertaan KB Pria, dan kelak nanti akan diikuti oleh warga-warga di dusun lain di Desa Tileng.

Narsum kedua, Dra Dwi Iswantini, yang juga Kabid KB DP3AKBPM dan D Kabupaten Gunungkidul, dalam paparannya secara umum mengapresiasi peserta kegiatan yang lengkap dan banyak. Dwi menjelaskan bahwa Kampung KB Nanas merupakan rintisan awal di Kabupaten Gunungkidul, sehingga diharapkan progresnya lebih bagus daripada yang ada di desa atau kecamatan lain di Gunungkidul. Menanggapi pernyataan Woro Sastini, Dwi sangat menyambut baik dan sangat berharap itu terwujud di Kampung KB Nanas. "Memang harus diakui, bahwa partisipasi kaum pria dalam ber-KB sekian lama ini masih minim. Lebih banyak yang KB adalah kaum ibu. Ini menjadi tantangan bagi pengurus Kampung KB, juga tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk mengawali peran pria. Justru dengan adanya Kampung KB, partisipasi kaum pria dapat digalakkan. Sebab, di satu sisi, ini kan menjadi kampung percontohan dalam program KB. Di sisi lain, intervensi program dan anggaran kan ada nantinya di Kampung KB, sehingga KIE lebih intensif kepada warga dusun," tegas Dwi. 

Di akhir materinya, Dwi sangat berharap agar di Kampung KB Nanas segera dibentuk Poktan PIK Remaja. Harapannya, dengan adanya PIK-R, maka remaja di Kampung KB memiliki wadah untuk beraktivitas, berkreasi, serta mendapatkan informasi dan konseling yang memadai tentang kesehatan reproduksi remaja dan persiapan kehidupan berumah tangga.(*) [Sabrur Rohim, Girisubo] 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar